Rabu, 08 Oktober 2014

Blankon...opo sih

Belangkon oh.. Blangkon

Kategori: Umum
 
Disebuah kota, seorang juragan ayam baru saja mendapatkan pesanan 60 ekor ayam segar (yang masih hidup) untuk acara sunatan si pembeli. Juragan tersebut memiliki seorang pembantu bernama Blangkon yang otaknya kurang full.
Juragan ayam: BLANGKOOOOOOOONN !!!
Blangkon : Iya Gan…
Juragan ayam : Ini ada pesanan 60 ayam hidup, kamu kirim ke jalan ini ya…!!! Catat alamatnya, jangan sampai hilang!!!
Blangkon : Iya Gan…
Setelah selesai mencatat alamat dan menyimpannya di dalam celana dalam dan ayam hidupnya sudah diikat dimotornya Blangkon pun menyalakan motornya untuk mengantarkan pesanan ayam tersebut
10 menit kemudian…
Blangkon terjatuh menabrak trotoar karena asik godain cewek-cewek di pinggir jalan. Alhasil ayam-ayamnya lepas dan kabur melarikan diri. Para pejalan kaki membantu menangkap ayam-ayam yang kabur. Namun si Blangkon malah ketawa, para pejalan kaki yang membantu menangkap ayam-ayamnya pun akhirnya bingung.
Blangkon tertawa : DASAR AYAM BEGO, MAU  KEMANA KALIAN… ORANG ALAMATNYA SAMA SAYA!

Senin, 05 September 2011

Eksplotasi Anak


Pernyataan Fatihruddin Anak Nazaruddin

Asalamualikum Wb
Ibu-ibu dan bapak-bapak, om-om dan tante-tante, kakak-kakak dan adik-adik, teman-teman sebangsa dan setanah air. Merdeka !
Pasti semua sudah mengenal Ibu Bapak saya, karena mereka sudah sangat terkenal. Nah sekarang giliran saya akan perkenalkan diri.
saya adalah Fatihruddin, anak dari Nazaruddin. Saya minta kepada Pak SBY, tolong jangan apa-apakan Ibu Bapak saya. mereka tidak bersalah, mereka tidak tahu apa-apa. Tolong tanya ke Om Anas Urbaningrum, pasti dia lebih tahu karena dia ikutan. Kalau mau tanya lebih jelas lagi, tanya tuh tante Angerlina (maksudnya Angelina) Sondakh, pasti dia lebih tahu lagi.
Dari penjelasan mereka berdua, pasti Om SBY lebih ngerti kalau bapak saya bekerja lebih keras untuk kumpulkan uang demi partai. Jadi tolong dong om (SBY), jangan apa-apakan Ibu Bapak saya. kan mereka sudah berjanji untuk pura-pura lupa dan menjaga nama partai (sumber newoes.com)
Terlepas benar atau tidak video ini, dari sisi mana pun video ini tidak ada nilai positifnya.
Tanggapan penulis tentang hal ini, sangat memprihatinkan. Anak-anak belum saatnya dilibatkan dalam polemik atau perkara seperti ini, yang sehari-harinya tugas mereka masih belajar dan bermain untuk mempersiapkan masa depan yang lebih baik. Jadi siapapun yang membuat skenario video ini, mohon segera menyadari kekeliruan yang telah dilakukan. Komnas Perlindungan Anak juga harus membuat tanggapan atas masalah ini, secara jernih dan objektif supaya hal-hal seperti ini mendapat perhatian dari masyarakat dewasa secara luas. Semoga (FillanSam)