Minggu, 26 Oktober 2014

Susunan Kabinet Kerja RI 2014-2019

Sekarang kalau ada perlu bisa telpon langsung.....hebatttt Nomor Kontak Kabinet Kerja

Presiden RI : Joko Widodo 08122600960
Wakil Presiden RI : M Jusuf Kalla
0811 155644

1. Menteri Sekretaris Negara : Praktino 0811283002
2. Menteri Perencanaan Pembangunan
Negara/Kepala Bappenas: Andrinof Chaniago 0811848554
3. Menko Bidang Kemaritiman : Indroyono
Soesilo
4. Menteri Perhubungan : Ignasius Jonan 08172321111, 08112255880
5. Menteri Kelautan dan Perikanan: Susi Pudjiastuti 0811211365
6. Menteri Pariwisata : Arief Yahya
7. Menteri Energi dan Sumberdaya Mineral:
Sudirman Said 08118890318
8. Menko Bidang Polhukam : Tedjo Edy Purdijatno 08123045014
9. Menteri Dalam Negeri : Tjahjo Kumolo 081510090000, 0811899899,
10. Menteri Luar Negeri : Retno Lestari Priansari Marsudi 0817812586
11. Menteri Pertahanan : Ryamizard Ryacudu 08159718274
12. Menteri Hukum dan HAM : Yasonna H Laoly 0811 888719
13. Menteri Komunikasi dan Informatika:
Rudiantara +62 l818192021
14. Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi: Yuddy Chrisnandi 0816796877
15. Menko Bidang Perekonomian: Sofjan Djalil 0811854482
16. Menteri Keuangan : Bambang
Brodjonegoro 0816738254
17. Menteri BUMN : Rini M Soemarno 0816723690
18. Menteri Koperasi dan UMKM: Anak Agung
Gde Ngurah Puspayoga
19. Menteri Perindustrian : M Saleh Husin 0811900011
20. Menteri Perdagangan : Rachmat Gobel 08558881239
21. Menteri Pertanian : Amran Sulaiman 081524076477
22. Menteri Ketenagakerjaan : Hanif Dhakiri 08118409041
23. Menteri PU dan Perumahan Rakyat:
Basuki Hadi Muljono
24. Menteri Lingkungan Hidup dan
Kehutanan: Siti Nurbaya 08121116061
25. Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala
BPN: Ferry Mursyidan Baldan 0811977172
26. Menko Bidang Pembangunan Manusia dan
Kebudayaan: Puan Maharani 08161822778
27. Menteri Agama : Lukman Hakim Saefuddin 0818959469
28. Menteri Kesehatan : Nila F Moeloek 08161840948
29. Menteri Sosial : Khofifah Indar Parawansa 081319006998
30. Menteri Pemberdayaan Perempuan dan
Perlindungan Anak: Yohanan Yambise 085354792679
31. Menteri Kebudayaan dan Pedidikan Dasar
dan Menengah: Anies Baswedan 0811960520
32. Menteri Ristek dan Pendidikan Tinggi : M. Nasir
33. Menteri Pemuda dan Olahraga: Imam Nahrawi 0811194972
34. Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi: Marwan Ja'far 0811951713

Rabu, 22 Oktober 2014

Bahagia Sumber Kekayaan


Alkisah, ada seorang yang miskin dan malang. Ia tinggal di sebuah gubuk reyot yang kecil dan kotor, di mana tikus, kecoak, bahkan laba-laba bebas membuat sarangnya di sana. Si miskin tak punya teman. Setiap orang yang ia temui enggan untuk berteman, apalagi berkunjung ke rumahnya yang kotor dan reyot. Kehidupannya yang malang membuat si miskin berpikir, kemiskinan adalah satu-satunya alasan dari kemalangannya, yang sayangnya harus menjadi "takdir"-nya.

Suatu hari, si miskin bertemu dengan seorang pria sakti dan mengeluh soal kemiskinan dan kemalangannya. Si pria sakti merasa tersentuh, ia memberikannya sebuah vas cantik sebagai hadiah. "Ini adalah vas ajaib yang akan menyelamatkanmu dari kemiskinan," kata si pria sakti sambil berlalu.

Si miskin mengambil vas itu. Awalnya, ia ingin membawa vas itu ke pasar dan menjualnya, lalu menghabiskan uangnya untuk membeli alkohol dan minuman keras. Namun, beberapa waktu kemudian, ia mengurungkan niat. Ia mulai jatuh cinta pada keindahan vas, lalu membawa vas itu pulang dan meletakkannya di sebuah meja.

"Kurang tepat untuk membiarkan vas indah ini kosong tanpa isi," pikir si miskin. Jadi ia mengambil beberapa bunga liar, lalu menempatkannya ke dalam vas.

Tapi tak beberapa lama, ia merasa kurang puas. Si miskin berpikir, jaring laba-laba yang berada di samping vas itu justru membuat vas tersebut jadi tak indah. Ia lalu mengambil sapu, membersihkan rumahnya dari jaring laba-laba, mengusir semua kecoak dan tikus, debu, membersihkan lantai, dinding, dan langit-langit, hingga seluruhnya benar-benar bersih.

Kini, gubuk reyotnya tak lagi kotor dan bau. Rumahnya yang terlihat buruk dan miskin menjadi hangat dan nyaman. Si miskin bukan lagi orang yang miskin, melainkan seorang tuan rumah yang penuh dengan kerja keras, yang tak lagi punya waktu untuk berpikir dan mengeluh tentang kemalangannya. Rasa kebahagiaanya semakin membuat dia beruntung, rezeki semakin berlimpah, demikian juga teman dan sahabat semakin bertambah. Bahagialah maka akan beruntung dan semakin kaya.fs