Rabu, 17 Desember 2014

MAU SUKSES, JANGAN MENUNDA, BERIKUT TIPSNYA

Ada kebiasaan yg kurang baik dlm diri kita, sering kita lakukan, meskipun kita sering gagal dalam pekerjaan akibat kita melakukan penundaan akan tetapi sering kita kesulitan memperbaiki. Nah, ini 5 Kiat Atasi Kebiasaan Menunda, semoga berhasil.

1. Fokus pada prioritas Anda
Jika ingin sukses mengatur tugas dan tanggung jawab, Anda perlu fokus pada skala prioritas. Mana tugas yang paling penting. Analisa aktivitas Anda yang mengarah pada masalah dan jauhi faktor-faktor yang menyebabkan penundaan kerja. Hal terpenting adalah untuk terus memotivasi guna mencapai tujuan yang Anda harapkan.

2. Mulai dengan tugas kecil
Kadang yang perlu Anda lakukan adalah melakukan tugas sedikit demi sedikit untuk bisa menyelesaikannya. Jangan dipusingkan dengan betapa beratnya tugas itu, tapi lihat langkah-langkah kecil yang bisa Anda lakukan untuk mengerjakannya.

3. Rencanakan hari Anda
Semua orang yang sukses, biasanya merencanakan hari mereka terlebih dulu. Dengan perencanaan, Anda bisa melakukan tugas lebih banyak dan membuat hari-hari Anda lebih produktif. Tapi bukan hanya membuat perencanaan saja yang penting, karena melakukan rencana itulah yang paling utama.

4. Bangun lebih pagi
Dengan bangun lebih pagi, Anda memiliki kemungkinan lebih besar untuk melawan kebiasaan suka menunda pekerjaan. Jika Anda memiliki kesulitan untuk bangun lebih pagi, maka Anda perlu memotivasi diri sendiri untuk melakukan hal itu. Dalam waktu dua minggu, Anda akan terbiasa dengan jadwal baru tersebut.

5. Jauhkan gangguan
Apabila Anda ingin fokus pada pekerjaan, maka Anda harus bisa menjauhkan diri dari gangguan. Telepon, televisi, internet, dan lainnya, bisa menjadi pengganggu yang akhirnya membuat Anda menunda pekerjaan. Kenali dulu apa penyebab terbesar yang bisa membuat Anda menunda pekerjaan, ke mudian lakukan segala cara untuk menjauhinya.

Demikian tips memperbaki diri utk sgr berbenah, sederhana bukan? Mari kita lakukan, tanpa terasa kita sdh sukses mencapai tujuan kita, baik jangka pendek maupun jangka panjang. Semoga tetap sukses. (Des/14/fs)

Panenan melimpah...pekerja kurang...

Bulan pertama setelah resign dari pekerjaan lama, yg sudah begitu mapan dan nyaman, akan tetapi karena kurang matang, bahkan tdk siap sama sekali baik materi maupun mental, shg sempat mengalami kondis yg sangat mengkwatirkan dan menguras emosional. Namun berkat kesabaran, doa dan kasih Tuhan, komdis ini mulai ada secercah harapan.
Saya sgt sadar, tantangan demi tantangan pasti akan hadir. Gemblengan mental sdh dimulai dari bulan April lalu melalui kursus evangelisasi di Gedung Lehon Dehon Cilandak, yg di akhiri di Lembah Karmel selama 3 hari. Semoga ini permulaan yg baik melalui Berkat Tuhan yg maha pengasih.
Kemudian sedikit hari bersejarah dlm hidup dimulai, pada tgl 1 November 2014, pagi hari dilakukan serah terima pekerjaan lama, sore harinya dilakukan pelantikan sebagai Anggota BPSK sebagai Hakim Ad-hoc, yg bagi saya merupakan pekerjaan yg sedikit "mustahil" ditinjau dari Latar belakang pendidikan.
Tawaran proyek dari teman organisasi di LSM mulai datang. Meskipun hal ini banyak hal yg baru bagi saya, akan tetapi sbg pembelajaran harus saya hadapi dan libatkan diri. Semoga ini dapat berjalan dg baik dan penuh kejujuran.
Kehendak baik dr seorang ahli fisika, yg pernah belajar dari negrinya Ludwig van Bethoven,  menyediakan bahan belajar yg lebih praktis, cepat memahami melalui percobaan dan praktikum. Meskipun tersendat-sendat, tetapi karena ada niat baik dan semangat utk membantu mencerdaskan bangsa, keyakinan utk sukses tetap ada. Kendala terbesar adalah permodalan. Masih sgt memprihatinkan. Seperti istilah anak muda, modal semangat. Ya, modal semangat dg berkat keyakinan penuh, maka Usaha ini kelak akan sukses dan melimpah.
Tawaran pembuatan bahan-bahan yg dibutuhkan Industri juga sedang diproses. Bahan baku kayu tersebut sangat memiliki prospek yang baik. Modalnya juga tdk terlalu berat, demikian juga pemasarannya tdk terlalu sulit. Utk itu segera dipersiapkan dengan lebih matang sehingga pelaksanaan berjalan dg rapi dan baik.
Sebuah tawaran kejutan datang dari seorang dosen sekaligus pebisnis lingkungan hidup. Meskipun masih pemula, tapi cukup berpengetahuan dibidang tersebut. Penjajakan awal juga tdk terlalu mengecewakan, hanya sedikit ragu, apakah masyarakat industri dan goverment sdh siap dan menjadikan lingkungan hidup sebagai salah satu orientasi bisnis dan cita-citanya? Pemikiran ini masih membutuhkan dukungan pengetahuan dan pembahasan lebih lanjut.
Semua hal di atas merupakan sumber-sumber bisnis yang begitu luas. Bila dijalankan dg penuh dedikasi dan perencanaan yang baik, maka menjadi lahan bisnis, pengabdian untuk kehidupan serta lahan evangelis yg cukup  menantang. Semoga Tuhan melalui Roh KudusNya selalu memberikan dorongan dan pendampingan. TUHAN MEMBERKATI. AMIN. {fs}