Selasa, 24 Maret 2015

PRINSIP DAN UCAPAN LEE KUAN YEW YG TERKENAL

Lee Kuan Yew tidak terbantahkan sebagai sosok yang berpengaruh. Ia memimpin Singapura selama 31 tahun. Sosok Lee, yang meninggal dalam usia 91 tahun pada Senin (23/3/2015) dini hari itu, juga tidak terlepas dari kontroversi terkait gaya kepemimpinannya yang otoriter, dan terkenal dengan sejumlah ucapannya.

Berikut adalah 8 pernyataan Lee yang paling berkesan:

1) "Dicintai atau ditakuti, saya selalu percaya bahwa apa yang dikatakan oleh Machiavelli adalah benar. Jika tidak ada yang menakuti saya sebagai pemimpin, maka saya tidak ada artinya."

2) "Saya tidak pernah memperhatikan atau terlalu memedulikan hasil survei atau popularitas saya. Menurut saya, pemimpin yang terlalu peduli akan survei adalah pemimpin yang lemah. Jika pemimpin terlalu cemas dengan popularitasnya yang naik turun, maka pemimpin itu bukanlah seorang leader. Mereka hanya mengejar angin... mengikuti ke mana angin berembus, dan saya tidak memerintah untuk itu."

3) "Saya harus memenjarakan lawan, tanpa pengadilan, baik komunis, sauvinis, atau ekstremis agama. Jika saya tidak melakukannya, negara ini akan hancur."

4) "Saya selalu dituduh mencampuri kehidupan pribadi warga Singapura. Benar. Jika saya tidak melakukan itu, Singapura tidak akan maju seperti hari ini. Saya tanpa penyesalan sedikit pun mengatakan tidak akan ada kemajuan ekonomi jika saya tidak mencampuri urusan pribadi Anda, siapa tetangga Anda, di mana Anda tinggal, keluhan Anda, bagaimana Anda meludah, dan bahasa apa yang dipergunakan. Kita memutuskan apa yang baik dan benar, tidak peduli apa yang dipikirkan warga." Bukan kehidupan pribadi per pribadi yg harus dimenangkan dan merasa senang akan tetapi orang banyak, masyarakat umum.

5) "Masalah yang sering muncul adalah manusia belum mampu mengerti apa yang dimaksud dengan karakter. Kamu dapat mengukur IQ atau kepintaran setiap orang dengan segala macam tes.... Sungguhlah mencengangkan, di dunia ini, banyak sekali orang ber-IQ tinggi yang tidak berbuat apa-apa untuk menolong sesama. Karakter adalah sebuah kualitas yang tidak dapat diukur. Karakter yang baik ditambah mental yang kuat, kepintaran, dan kedisiplinan-lah yang melahirkan kepemimpinan yang baik.

6) "Apa yang penting di dalam hidup saya? Keluarga dan negara saya. Istri saya menjaga keluarga saya. Dia membesarkan anak-anak. Saya rutin menghabiskan waktu dengan mereka untuk mengajarkan sejumlah nilai. Akan tetapi, Singapura tetaplah prioritas saya hingga ajal menjemput."

7) "Saya memiliki banyak memori yang indah bersama dengan beliau selama 63 tahun. Tanpa dia, saya adalah lelaki yang berbeda dengan kehidupan yang berbeda. Beliau selalu mendedikasikan dirinya untuk saya dan anak-anak. Dia selalu ada ketika saya membutuhkan kehadirannya. Pada momen terakhir ini, perasaan saya sangat berduka." (Eulogi Lee kepada istrinya, Kwa Geok Choo)

8. "Ini peribahasa Tionghoa, 'Jangan menghakimi atau mengukur manusia hingga Anda menutup peti matinya'. Tutup peti mati, dan kemudian analisis. Saya tidak mengatakan semua yang saya lakukan adalah benar, tetapi saya ingin mengatakan bahwa semua yang saya lakukan adalah untuk tujuan yang mulia. Terkadang saya harus melakukan sesuatu yang kejam, seperti memenjarakan orang tanpa pengadilan."
Semoga menginspirasi bagi para pemimpin dan kepala keluarga, berbuat maksimal dg karakter yang baik utk tujuan yang mulia. Tetap semangat dan salam sukses luarbiasa. Seperti dikutip dan dikembangkan dari berbagai sumber. #fs#

Senin, 23 Maret 2015

BELAJAR MENJADI WANITA PEBISNIS SUKSES

Melejitnya industri kreatif saat ini, tampaknya membuka peluang besar bagi mereka yang tengah serius ambil bagian atau berencana membangun kerajaan bisnis sendiri. Tren ini bahkan ikut membuat para kaum hawa tergiur menjadi seorang businesswoman.

Sebagai wanita, bukan tidak berarti Anda tidak dapat menjadi pesaing berat dari sederet pengusaha-pengusaha lainnya. Bila Anda benar-benar serius hendak merintis usaha, ada baiknya mempelajari kunci sukses usaha dari tiga pengusaha muda ini.

1. Tentukan bidang usaha yang akan digeluti

CEO Octovate Group Asia dan CMO Kapanlagi Network, Ben Soebiakto mengatakan bahwa sebelum membangun usaha, seorang pengusaha pemula sebaiknya menentukan terlebih dahulu bidang usaha yang akan digeluti. “Hal yang paling mudah adalah mengetahui apa yang kita sukai. Dari situ selanjutnya bisa menjadi ide untuk memulai bisnis,” ujar Ben.

2. Bangun usaha sesuai passion

Senada dengan Ben, COE Artotel Indonesia, Erastus Radjiman pun mengungkapkan bahwa setiap pengusaha sepatutnya membangun usaha seusai dengan apa yang disukai sehingga saat menjalaninya benar-benar dinikmati. “Jika kita menjalani bisnis dari apa yang kita sukai dan menyukai apa yang kita kerjakan, maka kesempatan juga akan datang. Basically, just do what you love and love what you do,” tutur Arastus.

3 Miliki link seluas-luasnya 

Pengalamannya di bidang usaha menggerakkan seorang Co-Founder dan Managing Director Tiket.com, Gaery Undarsa untuk berbagi kunci sukses. Bagi Gaery, sebuah usaha tidak akan terlepas dari bantuan dan dukungan dari pihak lain. Salah satu hal yang paling penting untuk dilakukan oleh seorang pengusaha adalah membangun link seluas-luasnya untuk mendapatkan investor atau partnership. Dengan mencari investor yang memiliki passion yang sama dengan usaha yang telah digeluti merupakan cara terbaik untuk memperkenalkan usaha di kancah yang lebih luas.

Ia juga menambahkan bahwa mengetahui kemauan atau tren pasar wajib dilakukan. Jangan sampai produk usaha tidak diminati target market. “Banyak dari teman saya yang pada akhirnya bisnisnya jadi tidak berhasil karena terlalu idealis,” tambah Gaery.

Merintis sebuah usaha memang tidak mudah, apalagi untuk pemula. Sikap pantang menyerah dan selalu ingin berusaha merupakan modal yang sangat penting. Usaha tidak akan pernah berhasil bila modal yang ada tidak dibarengi dengan keinginan hati untuk menjalankan usaha. Yuk, belajar pengalaman para pengusaha sukses lainnya.

Tetap semangat dan salam sukses luarbiasa #fs#