Tampilkan postingan dengan label . Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label . Tampilkan semua postingan

Selasa, 17 Maret 2015

"LUPA MENINGGAL....???!!!

Ikaria adalah nama pulau di Yunani yang menarik. Di pulau ini, 8 ribu penduduknya punya harapan hidup yang tinggi sampai rata-rata 90 tahun ke atas. Tak ayal, Ikaria punya julukan 'The Island Where People Forget to Die'.

Sebelum membahas soal julukan tersebut, mari kenali dulu Ikaria lebih dekat. Ikaria masuk dalam kepulauan North Agean di perairan Agean, Yunani. Soal luas wilayah, pulau ini tidak ada setengahnya dari luas Jakarta. Namun, masih didominasi hutan dan penduduknya lebih banyak menetap di kawasan pesisir.

Cara menuju Ikaria, turis bisa naik pesawat Olympic Air dari Kota Athena selama 35 menit saja. Naik kapal feri juga bisa, dari Pelabuhan Pireaus di Athena selama satu setengah jam. Begitu tiba di sana, selamat datang di 'pulau yang penduduknya lupa untuk meninggal'.

Seperti pernah diulas situs BBC dan CNN Travel yang dirangkum detikTravel, Rabu (11/3/2015) orang-orang di Ikaria punya harapan hidup yang tinggi. Usia mereka rata-rata di atas 90 tahun, serta kebanyakan dari mereka tidak punya penyakit keras seperti kanker, sakit jantung dan sebagainya.

Maka dari itu, di jalanan di sana pasti terlihat pria atau wanita tua yang berlalu lalang. Mukanya sudah keriput dan rambutnya beruban. Tapi yang bikin kaget, mereka masih terlihat sehat dan bugar. Mereka pun kuat berjalan kaki sendiran!

Traveler yang datang ke Ikaria pasti dibuat bertanya-tanya, apa rahasianya sehingga umur orang di sana panjang-panjang? Meski pulau kecil dan padat perumahan, masyarakat di Ikaria sudah terbiasa hidup sehat.

Mereka pun lebih suka memilih berjalan kaki dibanding naik kendaraan. Dengan kontur tanah yang naik turun karena didominasi oleh pegunungan, jalan kaki membuat mereka berkeringat dan melatih otot-otot tubuh.

Masyarakat di Ikaria juga senang beraktivitas di luar rumah. Alasannya, udara yang segar sepanjang waktu membuat mereka betah keluar rumah. Apalagi, masyarakat di sana terkenal dengan sikap ramah dan saling membantu. Maka jangan heran, kalau melihat sekumpulan anak muda sedang duduk-duduk di kafe atau restoran bersama orang-orang tua yang sudah beruban. Tak ada batasan mana yang tua dan mana yang muda.

"Kami tidak memiliki bar dan diskotik. Tiap pintu rumah di sini terbuka kapan saja, tidak perlu memanggil atau meminta seseorang untuk datang ke rumah," ujar Nikos Karoutsos, salah satu warga setempat.

Soal makanan, masyarakat di Ikaria jauh dari kata bahan pengawet. Makanan yang biasa mereka konsumsi adalah sayuran dan ikan. Mereka jarang mengkonsumsi daging. Serta biasanya, satu gelas susu kambing juga disiapkan dalam satu meja makan.

Uniknya, mereka suka meminum wine sesuai dengan takaran. Bukan seperti orang-orang di kota-kota metropolitan yang minum wine untuk mabuk-mabukan, masyarakat Ikaria justru meminumnya untuk kesehatan.

Menurut penelitian dokter, wine memiliki kadar polifenol tinggi yang merupakan kelompok antioksidan untuk membantu mencegah penyakit jantung, menurunkan hipertensi dan perkembangan kanker. Lainnya, wine bermanfaat mengurangi gejala alzheimer yang merupakan penyakit yang menyerang otak dan membuat kulit cerah karena kandungan antioksidannya lebih kuat daripada vitamin E.

Terakhir, masyarakat di sana tidak merokok dan makan makanan olahan atau makanan cepat saji. Mereka pun jauh dari kata depresi dan punya gaya hidup yang terbuka dengan orang lain.

Pulau Ikaria ternyata jadi destinasi yang bikin turis penasaran. Situs-situs wisata di Yunani menyebut, Ikaria adalah satu dari 10 pulau yang wajib dikunjungi di Yunai.

Lanskap alam di Ikaria sangat ciamik. Pegunungannya yang hijau dan punya pantai-pantai berpasir putih. Ada Pantai Armenistis, Nas, Faros dan Kampos yang biasa jadi tempat bersantai dan bermain air. Jika suka petualangan, turis bisa mencoba trekking ke pegunungannya.

Sudah gaya hidupnya sehat, wilayahnya diberkahi dengan alam yang cantik. Tak heran, orang-orang di sana umurnya bisa mencapai 90 tahun. Udara bersih, suka jalan kaki, makan makanan sehat dan sering bersosialisasi mungkin jadi jurus mereka agar tidak taku dengan kematian.

"Saya tidak khwatir dengan kematian, karena setiap orang juga akan mati bukan?" ujar penduduk setempat lainnya, George Kassiotis

Jumat, 13 Februari 2015

FILM YG BAIK DI TONTON PEBISNIS


Sebuah film dapat memberi banyak pelajaran yang berharga. Terkadang film bisa memberi inspirasi hidup bagi penontonnya, namun ada juga yang memberi contoh jelek bagi semua orang. Film mempunyai jalan cerita yang telah disusun sedemikian rupa sehingga makna yang ada di film tersampaikan kepada para penontonnya. Jadi film yg terbaik adl yg mampu memberi kesan dan merubah pola pikir penontonnya.

Berikut ini ada 5 judul film yang bagus dan berhubungan dengan dunia entrepreneur, yang bisa kita jadikan panutan atau inspirasi dalam hidup kita, terutama sbg pebisnis.

1. The Godfather (1972)
Film ini diangkat dari sebuah novel berjudul sama, yaitu The Godfather. Film yang disutradarai oleh Francis Cord Coppola ini bercerita tentang sebuah keluarga pebisnis kecil yang berkembang menjadi organisasi kriminal terbesar di New York. ‘The Godfather’ dan anaknya Michael Corleone adalah otak dari keluarga ini. Film ini mengajarkan kepada kita sebuah sudut pandang terhadap apa yang membuat mereka menjadi keluarga pebisnis dengan pengaruh paling besar di seluruh negara.
Meskipun Institut Film Amerika menilainya sebagai film Amerika terburuk sepanjang sejarah, tapi Dewan Perfilman Nasional memberi rating untuk film ini 9,2 yang merupakan rating film yang sangat tinggi.

2. Slumdog Millionaire (2006)
Kita tentu tidak asing lagi dengan karakter Jamal Malik dan Latika? Film ini mengisahkan seorang anak jalanan kumuh dari India yang mendadak kaya setelah memenangkan kuis Who Whats to Be a Millionaire versi negaranya. Banyak pengalaman pahit dan licik yang dialaminya semasa kecil, yang mengubah pandangannya terhadap dunia. Kesetiaannya pada Latika dan bagaimana dia memaafkan kakaknya adalah salah satu dari banyak hal yang patut diacungi jempol dari seorang Jamal Malik.
Karya sutradara Danny Boyle ini telah berhasil memborong empat Golden Globe Awards dan delapan piala Oscar dan berhasil meraup omset $61.605.255. Hebat bukan?!


3. The Pursuit of Happyness (2006)
Film-film yang dibintangi oleh Will Smith hampir tidak pernah mengecewakan. Will Smith memerankan kisah seorang Chris Gardner, seorang salesman yang berhasil menjadi pialang saham sukses.
Pada saat itu, Chris Gardner mengalami masa-masa sulit dalam hidupnya. Dia bercerai dengan istrinya, kehabisan tabungan, kehilangan tempat tinggal. Chris berusaha keras untuk memperoleh uang dengan cara menjual sebuah alat kedokteran yang terlanjur ia beli dengan jumlah banyak dengan menghabiskan simpanannya. Beruntung, Chris selalu ditemani oleh anaknya, Christopher Gardner Jr., pada masa-masa tersebut.
Di dalam film ini, Will Smith ‘berduet’ dengan Jaden Smith yang merupakan putranya sendiri. Film ini mengajarkan tentang hidup yang penuh perjuangan dan pengorbanan. Masa krisis membuat kita merelakan beberapa hal, tidak bisa menyelamatkan semuanya. Merupakan konsekwensi dan realita hidup bukan?!


4. The Shawshank Redemption (1994)
Film ini adalah salah satu film terbaik sepanjang sejarah. Diadaptasi dari sebuah cerita pendek karya pengarang terkenal Stephen King, kisahnya yang berlatar pada tahun 1947 di Maine, Amerika Serikat ini dimulai dengan seorang bankir muda yang kariernya sedang menanjak, Andy Dufresne dijatuhi hukuman penjara seumur hidup lantaran bukti-bukti yang ada menunjukkannya adalah pembunuh istrinya dan juga pria selingkuhan istrinya itu, padahal sebenarnya ia bukan pelakunya.
Film ini mengisahkan tentang seorang pria yang merencanakan dirinya untuk sukses di saat yang paling buruk sekalipun. Dengan menjalin relasi di dalam penjara, Andy keluar dari situasi yang tidak menyenangkan dan menerima hal-hal yang tidak pernah dia bayangkan sebelumnya. Akhirnya kehidupan Andy menemui buah atas keyakinan dan kerja keras yang baik.

5. Les Miserables (2012/1998)
Dengan setting di Prancis abad 19, Jean Valjean adalah seorang pelarian penjara yang telah mengalami masa pahit selama 9 tahun dalam kerja paksa hanya karena mencuri sepotong roti saat ia kelaparan. Pertemuannya dengan seorang pendeta telah mengubah hidupnya. Ia kemudian menjadi walikota dan bertemu dengan Fantine, salah seorang pekerja yang telah ia pecat tanpa sepengetahuannya.
Film ini mengajarkan tentang dua hal yang paling sulit di dunia: memaafkan dan mengikhlaskan. Perkataan pendeta yang menolong Jean dalam film ini tidak akan pernah kita lupakan.

   Semoga pelajaran dr film di atas memberikan inspirasi lebih kepada kita. Semangat dan mindset pantang menyerah selama hayat masih dikandung badan terus berkobar. Tetap berupaya memberikan yg terbaik harus menjadi landasan utama berpikir kita.

Ingat: Org yg paling berbahagia tidak memiliki segalanya dalam hidup. Mereka hy berbuat yg terbaik,  utk semua hidup yg telah berikan. Salam valentine day's Feb'15. Semoga happy dan tetap semangat. #fs#